Tentang Mimpi
Siapa yang tidak kenal dengan mimpi? Hal klasik yang menjadi bahan pembicaraan kebanyakan orang. “Eh, aku tadi mimpi ini loh”, “Masa iya aku bisa mimpi ini”, “Kalau aku mimpiin ini pertandanya apa ya?”. Salah tiga dari sekian banyak pernyataan dan pertanyaan soal mimpi. Bunga tidur disebutnya.
Kali ini aku akan membahas lebih jauh soal mimpi. Ya sebenarnya nggak jauh-jauh banget sih, berdasarkan pengalaman yang pernah aku alami aja.
Aku seorang pemimpi. Pemimpi waktu tidur iya, pemimpi untuk hal “khusus” juga iya. Maksudnya, suka bermimpi tentang masa depan. Menurutku, kita bebas untuk bermimpi, kita bebas mau jadi apa saja, asalkan kita punya usaha untuk menggapainya, dan setelah berhasil kita gapai, kita mampu menjadi manfaat untuk hal banyak. Dalam konteks arti jika mimpi tersebut adalah suatu hal yang memang benar-benar positif dan masih dalam batas yang wajar.
Aku rasa, saat ini waktu yang tepat untuk berbagi kisah yang makna di dalamnya menakjubkan untuk diriku sendiri dan aku berharap bisa diterima oleh kalian para pembaca setia. Bukan curcol ya, emm hanya tulisan sedikit mengenai arti sebuah mimpi dan makna di dalamnya.
Oke aku mulai ....
Ceritanya dari duduk di bangku sekolah dasar. Alhamdulillah dari kelas 1 sampai kelas 6 Insyaa Allah ya aku selalu masuk dalam tiga besar peringkat di kelas. 2 atau 3, seringnya 3. Aku berfikir waktu itu kenapa aku tidak bisa duduk di nomor 1? Besar keinginan dan ambisi bahwa “aku harus bisa mendapatkan nomor 1”.
Skip banyak, masuklah ke bangku sekolah tingkat pertama. Baru masuk semester 1, kedudukan di 3 besar itu tidak aku raih lagi. Ada keinginan lain, besar lagi ambisi untuk bisa menjadi pengurus OSIS. Aku mencalonkan diri, membuat visi misi dan lain sebagainya, namun memang tidak bisa aku dapatkan waktu itu untuk menjadi pengurus OSIS.
Seiring berjalannya waktu, sudahlah aku mencoba ikhlas saat itu. Masuk semester 2, alhamdulillah bisa masuk 3 besar lagi. Nah, masih belum selesai. Di kelas 8 lah hal yang sangat tidak bisa dipercaya, sangat menakjubkan untuk aku pribadi, aku bisa meraih impian yang pertama, mendapatkan peringkat 1 dan sampai lulus alhamdulillah masih bertahan di angka 1. Yaa bagiku bukan hal yang biasa, ini sangat luar biasa. Ada hal lain lagi, tanpa bersusah payah membuat visi misi, aku dipilih menjadi salah satu pengurus OSIS di 1 tahun periode waktu itu. Lebih tidak bisa aku percaya lagi, benar-benar bersyukur yang tidak ada habisnya.
Pelajaran pertama, Allah itu tahu betul apa yang kita inginkan, apa yang kita butuhkan. Dari cerita yang ditolak menjadi pengurus OSIS itu aku belajar, dan terbesit dalam pikiran “kalau waktu kelas 7 aku sudah dipilih menjadi pengurus OSIS, mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan angka impianku dari dulu. Mungkin saat itu, Allah memang ingin bahwa aku harus menyiapkan diri lebih matang lagi, belajar lebih giat lagi. Dan akhirnya diberi sama Allah apa yang menjadi tujuan awalku. Berarti, kelas 8 juga memang waktu yang tepat untuk aku bisa turut aktif dalam organisasi”. Allah sangat mengetahui waktu yang tepat dimana kita bisa siap menerima segala impian kita.
LANJUT .......
Singkatnya aku masuk sebuah SMK. Ada mimpi terselubung di dalamnya “Sekolahnya harus ada ekskul Paskibra. Pokoknya nanti harus ikut Paskibra”. Yes, nggak rasional kalau dipikir-pikir. Ada tuh seleksi Paskibra Sekolah untuk 17 Agustusan. Ambisi besar untuk bisa dipilih. Alhamdulillah dipilih jadi salah 1 anggotanya. Nggak sampai disitu, keinginan muncul lagi untuk menjadi anggota pasukan 8. Berkata dalam hati “Mugo-mugo iso nang pasukan 8, masio nggak sng nggowo baki gapopo, pokok pasukan 8”. Nggak bisa beneran waktu itu, cuma 1 saja perempuan di pasukan 8. Selesksi untuk Paskibra Kabupaten juga nggak lolos, mmm padahal besar banget keinginan waktu itu. Yaudah dua impian itu gagal. Nah waktu angkatanku yang menjabat, aku pribadi berpikir “yaudah jadi panitia aja yang ngurusin semuanya, nggak usah masuk pasukan”. Ehh waktu itu kelas 11 kan ya, si Ketum mengamanahi buat aku masuk di pasukan 8. Sebenarnya emang udah nggakmau, hanya saja yaudah Alhamdulillah, ini impianku yang dulu buat masuk pasukan 8. Baru terealisasikan waktu itu.
Masuk akademik. Benar-benar kecewa gitu sampai lulus nggak pernah sama sekali masuk yang namanya 10 besar. Iya sih kalau dibilang “sekolah tuh jangan ngejar nilai atau peringkat, tapi ilmu di dalamnya”. Ya emang bener, tapi gimana ya “nelongso” dibilangnya. Sekolah jauh-jauh gapernah ada prestasi. Tapi walaupun nggak dapat di akademik, aku dapat banyak banget ilmu informalnya. Memang STM, cuma attitude nomor 1 teman-teman. Baanyakkk banget pelajarannya. Dari yang belajar mandiri karena hidup kos, terus belajar lebih menerima segala kondisi, bersyukur, dan masih banyak lagi.
Pelajaran kedua, apapun yang sudah dan yang akan kita dapatkan, harus sepenuhnya diserahin ke Allah. Kembali lagi, Allah lebih tahu waktu yang tepat kapan kita akan mendapatkan apa yang kita harapkan. Kalaupun memang tidak bisa diraih, yaudah ikhlas, berarti hal itu nggak baik buat kita menurut Allah. Nggak ada yang lebih penting selain dari mengharap ridho Allah, ya nggak? Maknai aja pelajaran di dalamnya, banyak banget pasti, dan itu semua berdasarkan pengalaman. Ambil sisi positifnya “Alhamdulillah walaupun nggak dapat ini tapi banyak belajar hal lain”. Gitu ..
[Impianku yang benar-benar gagal, menjadi anggota Paskibraka Nasional untuk mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara (wkwkwkk)]
Cerita ke sekian ....
Lulus SMK sangat membingungkan waktu itu. Sekolah / kerja / sekolah / kerja / sekolah / kerja. Begitu terus. Sampai akhirnya tertuju pada satu pilihan, keputusan yang sangat besar, “aku lanjut kuliah dulu”. Nggak mudah bisa sampai ke tahap ini. Salah satu impian yang aku tulis di lembar buku kecilku, “Kuliah jurusan Ilmu Ekonomi”. Yang disampaingnya aku tulis juga “Psikologi / Hubungan Internasional”, semuanya jauh dari jurusan waktu SMK dan sebelumnya sudah lama aku coret keduanya. Dengan izin Allah, sesuai dengan keinginan pertama, Insyaa Allah dipilihkan oleh Allah bahwa memang harus masuk dunia ekonomi, Alhamdulillah di universitas yang juga impianku dari dulu.
Pelajaran ketiga, jangan pernah takut bermimpi. Mimpi itu wajar, mungkin ada beberapa yang kita kira itu jauh dari ekspektasi atau dunia kita. Namun kembali lagi, kalau Allah sudah berkata itu jalan kita, itu takdir kita, seberat apapun usaha yang kita lakukan pasti akan kita peroleh hasilnya. Namun kalau memang bukan jalan kita, rasa ikhlas harus tumbuh seluas-luasnya. Apa yang kita kira baik, belum tentu kata Allah baik. Apa yang kita kira nggak baik, belum tentu kata Allah itu nggak baik juga. Semuanya, sepenuhnya, serahin ke Allah, hanya Allah yang mampu menentukan arah hidup kita. Dan percayalah, apapun yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita, pasti itu yang terbaik untuk kita.
Oiya satu lagi, tips dari aku, kalau punya mimpi tulis aja di kertas atau di buku. Kalau bisa tempel di tembok. Bukan berarti mendahului takdir Allah, cz sebagai acuan atau target kita ke depannya. Agar kita berusaha, berjuang untuk bisa meraihnya. Dan nggak lupa juga kalau kita tuh punya cita-cita yang harus dicapai.
Salam dari kota dingin untuk kalian semua.
“Keep strong, believe in Allah. You can do it”
Insyaa Allah
Semoga bermanfaat yaa
Good job mbak hehe:v
BalasHapusGood job mbak hehe:v
BalasHapusAlhamdulillah ;)
HapusMashaaAllah uhteaa
BalasHapus