(Harus) Menghargai
Kadang saya bingung. Misalkan A (pintar) dan B (kurang unggul), ingin mendaftar sesuatu "melanjutkan kehidupan".
Si A dan si B mendaftar secara bersamaan, dengan posisi yang sama dan tes masuk yang sama. Kenapa kalau si A yang lolos, banyak yang berpikir bahwa si A "iya dia memang pantas, wajarlah dia memang pintar, pasti diterimalah kan dia selalu dapat rangking". Di sisi lain kalau si B yang lolos, "masak iya dia diterima? Ahh mungkin penyeleksinya salah tunjuk, yaa rejeki dia sih, wah nggak mungkin nih kalau dia yang diterima".
Sampai detik ini, saya masih sering menjumpai komentar seperti itu. Namun, bukankah semua manusia itu smart? Setiap manusia dianugerahi otak untuk berpikir. Ya, hanya saja cara berpikirnya yang memang berbeda-beda.
Ini tentang rejeki yang tidak akan tertukar. Allah sudah mengatur rejeki setiap hamba-Nya. Kenapa selalu menilai hasil? Toh tidak ada yang tahu bagaimana prosesnya si A, juga tidak ada yang tau bagaimana prosesnya si B. Kalau A dan B sama-sama berjuang untuk mendapat yang terbaik, namun si A memang lebih unggul dari si B, ya kembali lagi, itu memang jalan si A, begitupun sebaliknya. Kalau si A yang ditunjuk berarti memang rejekinya si A. Sedangkan kalau B yang ditunjuk, berarti rejekinya si B. Tidak perlu membicarakan siapa yang pintar siapa yang lebih unggul. Sepintar apapun seseorang, sehebat apapun dia mempersiapkan, ujung dari segala perjalanan adalah kita sebagai manusia hanya mampu bertawakal dan menerima semua hasil ketetapan-Nya. Yang terbaik untuk A pasti berbeda dengan yang terbaik untuk B.
Marilah sama-sama menghargai usaha setiap orang, cara setiap orang untuk meraih suksesnya berbeda-beda. Begitupun apa yang diraihnya juga berbeda-beda. Ada yang sesuai target bahkan ada yang jauh dari terget atau apa yang selama ini dia jalani. Semua sudah dijamin oleh Allah sesuai dengan takarannya masing-masing. Selama yang dijalani hal postif, tak masalah. Posisi kita sebagai manusia yang berbeda-beda, tidak perlulah menjudge yang lain. Ini juga tentang mental, jangan sampai komentar kita membuat orang lain merasa jatuh bahkan sampai terjatuh dan takut untuk bangkit lagi.
Komentar
Posting Komentar