Teruntuk "Saya-Saya" yang Lain

Satu waktu, saya ingin berusaha
Satu waktu, saya ingin belajar
Satu waktu, saya ingin bekerja
Satu waktu, saya ingin menang
Satu waktu, saya ingin pasrah
Satu waktu, saya ingin menyerah

"Saya" lebih tahu diri saya. Hanya karena yang "diinginkan orang lain", tidak boleh sampai mengubah jati diri saya. Tidak akan pernah ada habisnya mengikuti keinginan diri sendiri, apalagi orang lain.
"Saya" paham betul apa yang saya ingin. Tapi, Allah lebih dari sekedar memahami apa yang sebenarnya "saya" butuh.

Ada saatnya diri ini perlu berkata;
"Oke, saya terima tanggapan, komentar, saran, dan apapun itu dari mereka, selama apa yang mereka tulis maupun katakan, akan berkontribusi untuk diri saya ke depan. Namun jika penghrapannya agar saya jatuh, mohon maaf, tidak akan pernah saya hiraukan. Sedikitpun. Sampai detik ini, saya hanya berusaha melakukan apapun yang saya mampu, yang terbaik untuk diri saya dan orang-orang yang mendukung saya. Kalaupun nanti tidak sesuai dengan yang saya inginkan, saya tahu bahwa Allah menghendaki agar saya mendapatkan apa yang lebih saya butuhkan."

Tidak semua yang baik, orang lain mengira baik juga seperti yang saya kira. Pun, tidak semua yang saya kira buruk, orang lain mengira buruk juga. Demikian sebaliknya.

*Intinya, mulai sama-sama belajar untuk tidak memandang apapun hanya dari satu sisi.

Salam hangat dari kampung dingin :))

Komentar

Postingan Populer